karakteristik pembelajaran orang dewasa

Training of Trainer – Karakteristik Pendidikan Orang Dewasa

2,718 views

Posted by Chief Editor on June 27th, 2008 No Comments Printer-Friendly

Definisi Adult Learning/Adult Education:

A cooperative venture in non authoritarian, informal learning, the chief purpose of which is to discover the meaning of experience; a quest of the mind which digs down to the roots of the preconceptions which formulate our conduct; a technique of learning for adults which makes education coterminous with life and hence elevates living itself to the level of adventurous experiment.

Artinya:

Definisi Adult Learning / Dewasa Pendidikan:
Sebuah usaha koperasi non otoriter, pembelajaran informal, tujuan utama yang adalah menemukan makna pengalaman pencarian pikiran yang menggali ke akar dari prasangka yang merumuskan tingkah laku kita, sebuah teknik pembelajaran bagi orang dewasa yang membuat pendidikan berdampingan dengan mengangkat kehidupan dan karena itu hidup itu sendiri dengan tingkat petualangan percobaan.

Hal penting dalam pendidikan orang dewasa:

  • Situasi kooperatif dan tidak autoritatif.
  • Proses belajar bersifat informal.
  • Tujuan utama adalah untuk memaknai pengalaman.
  • Suatu proses belajar yang membuat hidup itu sendiri sebagai petualangan dalam bereksperimen.

Asumsi-asumsi mengenai Adult learners:

  • Orang dewasa termotivasi untuk belajar sesuai dengan kebutuhan yang dirasakannya serta minatnya, dimana proses belajar diasumsikan dapat memenuhi kebutuhannya ini.
  • Orientasi orang dewasa dalam belajar adalah life- centered.
  • Pengalaman adalah sumber utama dalam proses belajar orang dewasa.
  • Orang dewasa memiliki kebutuhan yang dalam untuk self-directing.
  • Perbedaan individual berkorelasi dengan usia.

Tipe-tipe pembelajar:

  • The Goal-oriented Learners: seseorang yang menggunakan pendidikan sebagai upaya untuk mencapai tujuan tertentu.
  • The activity-oriented: seseorang yang mengambil bagian dalam pendidikan karena menemukan makna dari apa yang dipelajarinya walaupun kadang tidak berkaitan langsung dengan aktifitasnya.
  • The learning-oriented: yang mencari pengetahuan untuk pengetahuan itu semata.

Yang perlu diperhatikan dalam proses belajar orang dewasa/ Andragogi:

  • The need to know
  • The learners’ self concept
  • The role of the learners’ experiences
  • Readiness to learn
  • Orientation to learning
  • • Kebutuhan untuk mengetahui
    • Para peserta didik konsep diri
    • Peran pembelajar ‘pengalaman
    • Kesiapan untuk belajar
    • Orientasi belajar

Pendidikan orang dewasa/Andragogi berbeda dengan pendidikan konvensional pada umumnya:

  • Dalam pendidikan konvensional, pembelajar memainkan peran submisif.
  • Andragogi didasari oleh asumsi bahwa pembelajar memahami kenapa ia perlu untuk belajar, memiliki tanggung jawab terhadap keputusan dan hidupnya sendiri, memulai proses belajar dengan
  • sejumlah pengalaman yang sudah dimilikinya, memiliki kesiapan untuk belajar karena sesungguhnya sudah berhadapan langsung dengan obyek yang sedang dipelajarinya dan ingin menghadapinya
  • secara lebih efektif, dan lebih termotivasi secara internal ketimbang eksternal.

Kunci Pengajaran Andragogi:

  • Democracy
  • Continuity
  • Interaction

• Demokrasi
• Kontinuitas
• Interaksi

TIPS SUKSES SEBAGAI FASILITATOR DALAM PROSES BELAJAR ORANG DEWASA

  • RESPEK
  • EMPATI
  • ANTUSIAS
  • CRITICAL THINKING
  • HUMBLE

Sumber (http://indosdm.com/training-of-trainer-karakteristik-pendidikan-orang-dewasa).

Pembelajaran orang dewasa: Ciri-ciri

Menurut : paulpla

Orang dewasa memiliki karakteristik tersendiri yang menyebabkan pola pembelajaran yang diberikan kepada orang dewasa seharusnya memiliki perbedaan dengan pembelajaran anak-anak. Kita perlu mempelajari ciri apa saja dan apa implikasinya dalam pembelajaran orang dewasa. Artikel ini merupakan rangkuman dari Downs, Perry G., “Adult: An Introduction” dalam buku Christian education: foundations for the future

Tidak ada garis pembatas yang jelas dalam masyarakat modern yang memberi indikasi kapan seorang pribadi menjadi orang dewasa. Pada beberapa masyarakat primitif, pembatas tersebut bisa berupa ritual inisiasi yang mengantar seseorang pada masa kedewasaan. Biasanya masa dewasa dimulai pada awal duapuluhan (yang ditandai dengan beberapa peristiwa penanda) dan berlanjut sampai akhir hidup.

Masa dewasa adalah masa yang mengalami perubahan dan melewati tahap-tahap  dan pola perkembangan juga dan tidaklah statis seperti yang disangka oleh banyak orang selama ini. Pola yang dapat diprediksi dalam kehidupan orang dewasa secara struktur sosial:

  • Duapuluhan – memiliki ciri keyakinan yang besar
  • Tigapuluhan – sering memiliki keragu-raguan, dan mempertanyakan banyak keputusan hidup mereka
  • Empat puluhan – memiliki ciri akan rasa ketergesaan yang dalam
  • Lima puluhan – memiliki ciri penerimaan diri
  • Setelah enam puluhan – potensi hikmat dan kekudusan dinyatakan dalam kedalaman yang lebih besar

Karakteristik orang dewasa adalah:

  • Konsep diri orang dewasa berubah, dari seseorang yang tergantung menjadi mengatur diri sendiri
  • Orang dewasa memiliki sejumlah pengalaman dan pemahaman yang semakin banyak, yang berfungsi sebagai sumber daya pembelajaran yang kaya
  • Kebutuhan untuk belajar akan lebih banyak berorientasi pada tugas perkembangan dari peran sosial
  • Perspektif orang dewasa dalam menggunakan pengetahuan berubah dari penerapan yang tertunda menjadi penerapan segera

Implikasinya dalam pembelajaran orang dewasa:

  • Perlu ada lingkungan yang aman bagi orang dewasa untuk bisa belajar
  • Perlu ada diagnosa tentang kebutuhan dan tujuan yang diharapkan bersama dari suatu proses pembelajaran
  • Perlu ada interaksi dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran
  • Perlu ada kepekaan bagaimana menyusun suatu program pembelajaran yang efektif, yang memikirkan bagaimana cara orang dewasa belajar, dan diorganisasikan untuk memaksimalkan keinginan dan kemampuan orang dewasa dalam belajar.

Sumber (http://hikmatpembaharuan.wordpress.com/2008/12/16/pembelajaran-orang-dewasa-ciri-ciri/).

Menurut : [love] CIRI-CIRI DEWASA

Safinah
Mon, 07 May 2001 17:02:16 -0700

Adapun ukuran kedewasaan yang dapat dilihat dari seseorang, menurut Dr.

Harold Shyrock dari Amerika Serikat, ada lima faktor yang dapat menunjukkan

kedewasaan adalah sebagai berikut :

1.      Fisik

Secara fisik usia, rangka tubuh, tinggi dan lebarnya tubuh seseorang dapat

menunjukkan sifat kedewasaan pada diri seseorang. Faktor-faktor ini memang

biasa digunakan sebagai ukuran kedewasaan. Akan tetapi segi fisik saja belum

dapat menjamin ketepatan bagi seseorang untuk dapat dikatakan telah dewasa.

Sebab banyak orang yang sudah cukup usia dan kelihatan dewasa akan tetapi

ternyata dia masih sering memperlihatkan sifat kekanak-kanakannya. Oleh

sebab itu dalam menentukan tingkat kedewasaan seseorang dari segi fisiknya

harus pula dengan mengetahui : ” Apakah dia dapat menentukan sendiri setiap

persoalan yang dia hadapi, dan apakah ia telah dapat membedakan baik

buruknya serta manfaat dan ruginya sebuah permasalahan hidup. Selain itu

juga adanya kepercayaan pada diri sendiri dan tidak bergantung kepada orang

lain, tidak cepat naik pitan dan marah, serta tidak menggerutu disaat

menderita dan menerima cobaan dari Tuhan, sehingga nantinya ia dapat dilihat

bagaimana tingkat kedewasaan seseorang tersebut dalam mengatasi semua

persoalan hidup yang dia alami.

2.      Kemampuan Mental

Dari segi mental atau rohani kedewasaan seseorang dapat dilihat. Orang yang

telah dewasa dalam cara berfikir dan tindaknnya berbeda dengan orang yang

masih kekanak-kanakan sifatnya. Dapat berfikir secara logis, pandai

mempertimbangkan segala sesuatu dengan adil, terbuka dan dapat menilai semua

pengalaman hidup adalah merupakan salah satu ciri-ciri kedewasaan pada diri

seseorang.

Berbagai persoalan hidup ini dapat diatasi bila ada kemampuan mental dalam

dirinya. Dan kemampuan mental ini dapat diusahakan perkembangannya bila

orang (calon suami dan istri) tidak menutup diru dari kemajuan zaman. Selain

itu sering membaca buku-buku atau surat kabar dan majalah adalah cara yang

baik untuk memupuk perkembangan mental dalam diri seseorang.

Sikap kedewasaan yang sempurna itu jika ada keserasian antara perkembangan

fisik dan mentalnya.

3.      Pertumbuhan Sosial

Sifat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari pertumbuhan sosialnya.

Peertumbuhan sosial adalah suatu kepahaman tentang bagaimana dia menyayangi

pergaulan, bagaimana dia bisa memahami tentang bagaimana watak dan

kepribadian seseorang dan bagaimana cara dia mampu membuat dirinya agar

disukai oleh orang lain didalam pergaulannya.

Perasaan simpatik kepada orang lain dan bahkan terhadap seseorang atau

hal-hal yang paling tidak ia sukai sekalipun merupakan ciri kedewasaan

secara sosial. Orang yang dapat berbuat seperti itu dia pasti pandai

menguasai keadaan meskipun terhadap orang yang berlaku tidak baik terhadap

dirinya meskipun untuk hal yang paling menyakitkan dalam hatinya sekalipun.

4.      Emosi

Emosi sangat erat hubungannya dengan segala aspek kehidupan manusia,

termasuk kehidupan yang menyangkut sendi-sendi dalam kehidupan berumah

tangga. Emosi adalah keadaan batin manusia yang berhubungan erat dengan rasa

senang, sedih, gembira, kasih sayang, benci dan lain sebagainya. Kedewasaan

seseorang itu dapat dilihat dari cara seseorang dalam mengendalikan emosi

ini. Jika orang pandai mengendalikan emosinya maka berarti semua tindakan

yang dilakukannya bukan hanya mengandalkan dorongan nafsu, melainkan dia

telah menggunakan akalnya juga. Menyalurkan emosi dengan dikendalikan oleh

akal dan pertimbangan sehat akan dapat melahirkan sebuah tindakan yang telah

dewasa, dan yang tetap akan berada didalam peraturan dan norma-norma yang

berlaku didalam agama.

Emosi dapat dikendalikan jika dilatih dari hari ke hari. Emosi ini tidak

dapat diperoleh secara sekonyong-konyong. Kesungguhan dan kesanggupan

seseorang untuk mengendalikan emosi harus sudah dilatih semenjak lama.

Orang yang telah dapat menguasai dan mengendalikan  emosinya dengan disertai

oleh kemampuan mental yang cukup dewasa, dia pasti dapat mengendalikan

dirinya menuju kehidupan yang bahagia dikarenakan selalu bersifat terbuka

dalam menghadapi berbagai kenyataan-kenyataan hidup, tabah didalam

menghadapi setiap kesulitan dan persoalan hidup dan dapat merasa puas dan

sanggup menerima segala sesuatunya dengan lapang dada.

5.      Pertumbuhan Spiritual dan Moral

Faktor kelima yang dapat dijadikan pedoman bahwa seseorang tersebut telah

dewasa adalah dengan melihat dari pertumbuhan spiritual dan moralnya. Kemana

tangan spiritual dan moral bagi seseorang yang mendorong dia untuk mengasihi

dan melayani orang lain dengan baik. Oleh sebab itu pertumbuhan ini harus

sudah dimulai sejak awal dan diperkembangkan untuk dapat menghayati Rachmad

Allah SWT. Sehingga dengan demikian orang tersebut bisa dikatan sebagai

orang yang pandai mensyukuri nikmad-Nya

Seseorang yang telah berkembang pertumbuhan moral dan spiritualnya akan

lebih pandai dan lebih tenang didalam menghadapi berbagai kesulitan dan

persoalan hidup yang menima pada dirinya, sebab dengan demikian segalanya

akan dipasrahkan kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan disertai ikhtiar

menurut kemampuannya sendiri.

Selain dari semua ciri kedewasaan tersebut diatas ada satu hal yang harus

disanggupi dan merupakan kesungguhan seseorang dalam menghadapi realita

kehidupan itu yang merupakan salah satu ciri kedewasaan yang harus dipupuk,

dikembangkan, dilatih dan dipelihara dari hari kehari.

Sumber : (http://www.mail-archive.com/love@indoglobal.com/msg08079.html

Satu Tanggapan to “karakteristik pembelajaran orang dewasa”

  1. guruhrahmatgumilar Says:

    bagus blognya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: